Kamis (12/12) pukul 13.30-15.00 di ruang rapat lantai 6, Perpustakaan SMAI Al Azhar 1 diadakan ta’lim yang diikuti oleh segenap pimpinan, guru dan karyawan. Dalam sambutannya, Ngadiman, M.Pd selaku pimpinan sekolah menyampaikan “bahwa ta’lim ini menjadi sarana untuk bersilaturahmi dan menambah ilmu agama kita, di Al Azhar kita semua dituntut memiliki pengetahuan mengenai Islam, terutama hal-hal yang berkaitan dengan peribadatan. Semisal jangan sampai kita tidak mampu hafal arti bacaan sholat, bisa diduga ketidakmampuan dalam memahami hal tersebut menjadi penyebab sholat kita tidak khusyu, hal ini secara nyata sebenarnya terjadi pada murid-murid kita atau bahkan diantara kita pun jangan-jangan ada yang seperti itu?”.

Suasana Ta’lim Guru dan Karyawan SMAI Al Azhar 1

Hadir sebagai narasumber Ustad Dr. H. Zahrudin Sultoni, M.A menyampaikan tema mengenai “Pengabdian Terhadap Al Azhar”. Ustad Zahrudin memulai tema dengan mengambil sebuah perenungan bahwasanya perjuangan untuk mengabdi di Al Azhar memerlukan niat yang kuat. Kehadiran bapak dan ibu guru yang sejak pagi buta sudah berusaha hadir kesekolah dengan berbagai dinamika yang terjadi baik secara internal di keluarga maupun ketika disekolah kembali harus berhadapan dengan dinamika yang terjadi diruang kelas adalah merupakan bagian dari perjuangan.

SMAI Al Azhar 1 adalah mercusuar dari seluruh sekolah yang berada dibawah naungan YPI Al Azhar, semua perhatian dan harapan tertuju pada sekolah ini, maka sesungguhnya perjuangan bapak dan ibu guru jauh lebih berat dibandingkan di sekolah Al Azhar lainnya, ditengah persaingan dengan sekolah lain terutama dari sekolah yang basis agamanya diluar kita, kita dituntut untuk terus berpikir dan mengembangkan diri, menjaga agar bendera sekolah ini tetap berkibar di puncak, ungkap Zahrudin.

Ustad Dr. H. Zahrudin Sultoni, M.A menyampaikan tema Pengabdian

Beliau juga mengingatkan agar kita semua baik dari guru maupun murid  selalu mengamalkan membaca Al Quran, sholat berjamaah dan gemar berinfaq-sodaqoh sebagai bagian dari karakter khas Al Azhar. Ia juga menjelaskan beberapa hal yang perlu ditumbuhkembangkan dalam pola pembinaan murid disekolah, diantaranya memperkuat pembinaan agama, menjaga tradisi intelektual, membentuk pribadi yang tangguh, percaya diri, mandiri dan istiqomah. Menurut Ustad Zahrudin kunci dari perjuangan adalah dengan menanamkan sikap ikhlas dan fondasi dari perjuangan adalah dengan menyandarkan semua aktivitas kita berangkat dari niat semata-mata karena Allah SWT (QS. 1: 5, QS. 51: 56, QS. 6: 165).

Dalam konteks sosial, silaturahmi antar pimpinan, guru dan karyawan perlu dipupuk agar menumbuhkan kekompakan yang mengarah kepada pemajuan sekolah.

Kekompakan yang dibangun atas dasar prinsip Ukhuwah Islamiah seharusnya diimplementasikan melalui budaya saling menyapa, membantu, memotivasi, menasehati dan menutupi aib sesama muslim.

Sebagaimana termaktub dalam kitab Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 225 yang menerangkan “seorang mukmin itu biasa menutupi aib saudaranya dan menasehatinya. Sedangkan orang fajir (pelaku dosa) biasa membuka dosa dan menjelek-jelekan saudaranya”.

Tentu kita semua berharap agar lingkungan kerja kita diliputi oleh atmosfer positif dalam bingkai Ukhuwah Islamiah, jauh dari segala prasangka dan berorientasi pada nilai ibadah.

Secara ideologis, perjuangan untuk mengajar dan mengabdi di Al Azhar adalah bagian dari jihad, Al Azhar adalah milik umat Islam, milik kita semua segenap pimpinan, guru dan karyawan dengan status wakafnya. Berjihad untuk Al Azhar adalah bagian dari kita berjuang demi kemuliaan Islam dan kaum muslimin. Semoga Allah senantiasa menjaga niat baik kita serta dijauhkan dari segala bentuk sifat yang mengarah kepada egosentrisme pribadi dan ambisi terhadap kekuasaan, insya Allah (Smr).