Kamis (20/12/2019) Direktorat Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan sumbangan beberapa buku yang diterbitkan untuk mengisi perpustakaan di Al Azhar Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Spirit untuk menumbuhkembangkan literasi kesejarahan dikalangan milenial, khususnya pelajar dikalangan sekolah menengah atas menjadi hal yang diperjuangkan oleh Sumardiansyah Perdana Kusuma, Guru Sejarah SMAI Al Azhar 1 yang kebetulan juga merupakan Presiden/Ketua Umum Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI). “Tradisi membaca, menulis, dan berdiskusi harus menjadi sebuah kebiasaan, mendekatkan para pelajar dengan buku adalah salah satu wahana untuk membentuk pola pikir, sebagaimana kita bisa belajar dari para pendahulu bangsa seperti Sukarno, Hatta, Tan Malaka, Kartini, Ruhana Kudus, dan lain-lain yang juga lekat dengan tradisi itu. Tradisi membaca, menulis, dan berdiskusi juga adalah ciri dari manusia intelektual yang berbudaya”, ujar Sumardiansyah.

Beberapa buku yang diberikan berjumlah 25 eksemplar terdiri dari beberapa judul antara lain Penguatan Pendidikan Karakter Sejarah jilid 1-3, Seri Pengayaan Materi Sejarah untuk Sekolah Menengah Atas, Menabung Membangun Bangsa, Merawat Ingatan: Bencana Alam dan Kearifan Lokal, Toponim Kota Yogyakarta, Kumpulan Hasil Seminar Sejarah Nasional 2018 jilid 1-3, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia 1945-2018.

Dr. Agus Widiatmoko saat menyerahkan bantuan buku kepada Perpustakaan Al Azhar

Penyerahan bantuan buku didampingi langsung oleh Kasubdit Penulisan Sejarah, Dr. Agus Widiatmoko. Dalam pernyataannya beliau sangat antuasias dan menyambut baik agar buku-buku koleksi Direktorat Sejarah dapat masuk diperpustakaan sekolah-sekolah. “Tapi harus diingat beberapa buku yang diberikan masih ada yang perlu dikembangkan ataupun diteliti lagi terutama dari muatan isi, jadi kita harus tetap kritis dan terus mengikuti perkembangan pengetahuan yang terjadi”, ungkap Agus Widiatmoko.

Sementara itu Direktur Sejarah, Dra. Triana Wulandari, M.Si ingin agar Penguatan Pendidikan Karakter bisa masuk di kalangan milenial. Ia berharap buku-buku koleksi Direktorat Sejarah dapat menginspirasi generasi muda agar melek terhadap sejarah.

Triana Wulandari saat berbincang dengan Sumardiansyah

Dalam kesempatan yang sama Ia juga selalu mengingatkan agenda pemerintah untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia serta memajukan kebudayaan, menurutnya “dalam konteks ini menjadi penting untuk Guru mampu menjadi Penggerak dan membangun suasana yang bermakna serta menyenangkan dalam belajar, inilah esensi dari Merdeka Belajar”, jelas Triana.

Ngadiman, M.Pd selaku pimpinan sekolah sangat mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas pemberian bantuan buku dari Direktorat Sejarah, sambil berharap generasi muda semakin gemar membaca, sehingga terbentuk nalar dan tumbuhkembang karakternya untuk membawa bangsa ini menapaki jalan menuju Indonesia Emas.